Babah Aik kaget saat mandor kepercayaannya, bin Jamin, tiba-tiba menggebrak meja kantor dengan mata melotot sambil membawa golok. “Kalau babah tak mau ngasih itu tanah, saya bakar gudang ini,” kata bin Jamin. Tanah yang dimaksud bin Jamin adalah sebujur lahan panjang selebar dua meter yang kelak akan menjadi gang penghubung Kampung Lodan dengan jalan besar dengan nama yang sama di Jakarta Utara. Pada tahun 1970-an itu, bengkel kayu ukir milik babah Aik memang tengah kejang-kejang karena tak lagi mendapat pesanan besar untuk mengisi perabotan istana…Continue Reading “Bin Jamin dan Para Jawara Kampung Lodan”