Sonia Roitman, The University of Queensland Ketimpangan pendapatan dapat menciptakan segregasi spasial maupun sosial yang terlihat di kota-kota besar dalam berbagai bentuk. Di Indonesia gated communities, kompleks perumahan ekslusif dengan tembok dan pagar tinggi serta penjaga keamanan di gerbangnya, merupakan contoh yang gamblang. Meski begitu, penerapan hukum dan perencanaan perkotaan bisa menjembatani perbedaan dan mengurangi ketimpangan tersebut. “Instrumen perencanaan inklusif ” dirancang untuk mewujudkan hal tersebut. Tetapi agar efektif, instrumen tersebut harus dilaksanakan dengan tegas. Di Indonesia, ada dua instrumen yang berpotensi menciptakan masyarakat yang…Continue Reading “Kota yang Tersekat: Perencanaan Bersama Warga Bisa Membongkar Temboknya”

Kampung-kampung di Jakarta adalah anomali yang tidak pernah bisa saya pahami. Di ibu kota pusat pembangunan Indonesia ini, ada jutaan orang tinggal di permukiman-permukiman yang fasilitas publiknya tertinggal puluhan tahun dibanding desa kelahiran saya di pedalaman Jawa Tengah. Desa saya sudah mengenal listrik jauh sebelum saya lahir tahun delapan-enam. Tapi hanya sepuluh kilometer dari pembangkit listrik tenaga uap di Tanjung Priok yang sudah beroperasi sejak 1962, orang-orang kampung Gedung Pompa di Jakarta Utara baru mengenal energi ini beberapa dekade setelahnya. Sementara saya bosan mendengar racauan…Continue Reading “Kota yang Terbelah”

Oleh Siti Maymunah Tiga kampung di pinggir sungai kawasan Jakarta Utara, yang tergabung dalam Komunitas Anak Kali Ciliwung (KAKC), akan menggelar perayaan Hari Ciliwung yang ke-enam bertema “Jogo Kali” pada 11 November mendatang dengan mengundang gubernur terpilih Anies Baswedan. Jogo Kali mempunyai arti bahwa warga yang tinggal di sekitaran bantaran kali adalah para penjaga kali yang sigap menjaga kelestarian, kebersihan karena kali adalah kesatuan ruang hidup bagi manusia dan alam. Masyarakat secara swakarsa menata kampung pinggir sungai menjadi “river defender”, kampung yang menjaga kelestarian sungai…Continue Reading “Warga Kampung “Penjaga Kali” Akan Rayakan Hari Ciliwung”

Oleh: Rohadi Peringatan Hari Habitat Internasional tahun ini di selenggarakan oleh Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) dan Urban Poor Consortium (UPC) di atas puing penggusuran Kampung Akuarium Jakarta Utara, bekerjasama dengan ASF Indonesia, Rujak Center for Urban Studies, Tim Kampung Kota Merekam, LabTanya, Departemen Arsitektur Universitas Indonesia, dan Ikatan Mahasiswa Arsitektur Indonesia dengan Tema Penataan Kampung : Pemenuhan Hak Atas Perumahan Layak dan Terjangkau. Acara dimulai dengan membaca doa bersama yang dipimpin oleh Amir Hamzah, perwakilan warga Kampung Rawa Jakarta Barat. Mengutip kalimat beliau, “Kami…Continue Reading “Peringatan Hari Habitat dan Peluncuran Buku Kampung Kota Merekam”