Ada yang menarik dari Kampung Akuarium di setiap hari kemerdekaan Indonesia. Sejak dua tahun terakhir, mereka selalu punya cara unik untuk merayakannya. Semua berawal dari ide Jun Kitazawa, seorang seniman Jepang, yang rutin menuangkan proyek seninya dalam bentuk perlombaan. Tahun lalu, Jun membantu warga memeriahkan hari kemerdekaan dengan membuat Lomba Rumah Ideal. Untuk tahun ini, Jun kembali berkolaborasi dengan warga Kampung Akuarium dan juga Rujak Center for Urban Studies (RCUS) untuk membuat lomba, tapi dengan tema yang berbeda yaitu Lomba Gerobak Memori. Dalam lomba tersebut…Continue Reading “Lomba Gerobak Memori”

Tahun 2017 sudah berlalu. Keadaan Kampung Akuarium masih belum banyak berubah. Bedeng-bedeng darurat masih berdiri dimana-mana, warga juga masih melanjutkan kesehariannya seperti biasa. Hal yang berbeda dan sangat membahagiakan adalah timbulnya harapan yang tinggi menjelang pembangunan shelter sementara, yang baru saja dimulai pengerjaannya. Warga melakukan dzikir bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas pembangunan shelter itu. Kegiatan itu dilakukan bersama warga Kampung Akuarium tidak hanya untuk berdoa demi kebaikan kampung dan warga, tetapi juga untuk menutup tahu 2017. Setelah dzikir bersama, warga mulai menyiapkan untuk makan-makan…Continue Reading “Penghujung Tahun di Kampung Akuarium”

Oleh: Ari Muhrijal Pada hari Sabtu, 7 oktober 2017, warga Kampung Akuarium bersama Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) mengadakan acara “Penataan Kampung: Pemenuhan Hak Atas Perumahan Layak dan Terjangkau” untuk memperingati Hari Habitat Sedunia. Acara ini dihadiri oleh warga dari 16 kampung yang tergabung dalam JRMK, jurnalis, mahasiswa arsitektur dan Sandiaga Uno (Wakil Gubernur Jakarta terpilih). Ada lima kegiatan utama selama acara berlangsung. Pameran profil kampung dan pedagang kaki lima, peluncuran tulisan Kampung Kota Merekam, penyerahan buku profil 16 kampung dan 3 pedagang kaki lima…Continue Reading “Perayaan Hari Habitat Sedunia di Kampung Akuarium”