Sirkulasi elite gubernur, kerap membuat warga Kampung Elektro was-was. Puluhan tahun mereka memupuk upaya menangkal penggusuran. . Kaluding, 74 tahun adalah seorang veteran nelayan. Sejak datang di Jakarta tahun 1960, hidupnya ditimang ombak. Ia nyaris tak mengenal daratan. Pria yang akrab disebut Daeng Kalo itu berlayar ke Banjarmasin, Pontianak, Makassar, hingga Surabaya. Lima tahun setelahnya, Daeng Kalo menyaksikan orang-orang membangun rumah panggung di Muara Baru, Jakarta Utara. Kerangka rumah dibuat dari kayu dolken. Satu meter di bawah lantai dasar rumah itu masih lautan. Samping rumah…Continue Reading “Warga Elektro Bertahan di Antara Sengatan Penggusuran”