Piknik Kampung Merdeka di Kali Apuran

Categories Featured, Kabar

Pada hari Minggu, 26 Agustus 2018, warga Kampung Kali Apuran, Jakarta Barat, mengadakan acara “Piknik Kampung Merdeka.” Kegiatan ini merupakan bagian dari acara Riset dan Festival Kampung Kota 2018 yang terwujud berkat kerjasama warga dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Urban Poor Consortium (UPC) dan Labtanya. Selain acara ini, penyelenggara festival dan warga juga mengadakan berbagai kegiatan dari awal hingga akhir Agustus di Kampung Penjaringan, Kampung Kerang Ijo, Kampung Muka dan Kampung Komunitas Anak Kali Ciliwung (KAKC).
Ritual penyiraman pohon kapuk mengawali acara yang telah dipersiapkan selama seminggu ini. Sebuah aksi simbolis untuk mengenang sejarah kampung yang dulu bernama Kampung Kapuk Kedaung. Ritual itu dilakukan oleh sesepuh kampung yang bernama Niam dan Nasum sembari berteriak, “merdeka dan Allahu Akbar!!”

Ritual penyiraman pohon kapuk ©Rohadi

Setelah itu acara Kirab, atau lebih dikenal dengan arak-arakan, resmi membuka acara pada pukul 07.00 WIB. Selama perjalanan, warga membawa miniatur Monas yang mereka buat dari bambu. Parade ini banyak diikuti anak-anak dan orang dewasa. Trayeknya mengitari gang-gang kampung dan komplek perumahan, yang kemudian berakhir di lapangan pinggir Kali Apuran.
Selama acara, banyak kegiatan perlombaan dan pertunjukan diadakan. Mulai dari menggambar dan mewarnai, tarik tambang, gerobak sodor/galasin, futsal, membuat miniatur dari barang bekas, hingga membuat kreasi dari palet dan tangkap bendera. Selain itu, ada pula donasi kopi dan pentas seni seperti Nasyid, tari Bali, tari ondel-ondel, dan acara sablon gratis di hari Sabtu.
Ridwan (32) adalah salah satu warga Kampung Kali Apuran yang bertugas membuat sablon gratis. Warga atau masyarakat umum bisa membawa pakaian sendiri-sendiri untuk disablon di tempat, dengan syarat pakaian tersebut polos berwarna merah atau putih. Selain jasa sablon, Ridwan bersama rekan-rekan panitia juga menghias kampung dengan seni mural sejak seminggu sebelum acara dimulai.
Setelah lelah berlomba, warga berkumpul di sore hari untuk makan bersama, atau lebih dikenal dengan istilah “Padangan.” Masing-masing keluarga membuka bekal yang dibawa masing-masing dan saling bertukar makanan. Acara semakin meriah dengan pertunjukan pentas seni dan penempelan cap tangan di kain putih sepanjang 10 meter, sebagai simbol warga sudah berpartisipasi memeriahkan acara Piknik Kampung Merdeka.

Rohadi .
Warga Rusun Pesakih, korban gusuran normalisasi Kali Apuran. Saat ini selain bekerja, aktif berkegiatan di komunitas warga Kali Apuran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *