Lomba Gerobak Memori

Categories Kabar

Ada yang menarik dari Kampung Akuarium di setiap hari kemerdekaan Indonesia. Sejak dua tahun terakhir, mereka selalu punya cara unik untuk merayakannya.
Semua berawal dari ide Jun Kitazawa, seorang seniman Jepang, yang rutin menuangkan proyek seninya dalam bentuk perlombaan. Tahun lalu, Jun membantu warga memeriahkan hari kemerdekaan dengan membuat Lomba Rumah Ideal. Untuk tahun ini, Jun kembali berkolaborasi dengan warga Kampung Akuarium dan juga Rujak Center for Urban Studies (RCUS) untuk membuat lomba, tapi dengan tema yang berbeda yaitu Lomba Gerobak Memori.

Gerobak KM Yokohama milik tim Doel ©Jun Kitazawa

Dalam lomba tersebut warga ditantang membuat gerobak yang bercerita akan memori di Kampung Akuarium. Sebanyak 8 tim beranggotakan 3 hingga 5 orang berpartisipasi. Mereka tidak hanya datang dari Kampung akuarium, tapi juga PPSU Kelurahan Penjaringan.
Sebelum melakukan presentasi, 8 gerobak milik kontestan melakukan konvoi. “Seru ya kita kaya gini seneng banget,” ujar Dharma Diani, warga Akuarium, saat konvoi berlangsung.
Untuk memilih pemenang, Jun membuka voting sehingga warga dan pengunjung dari luar yang datang dapat memilih gerobak favorit mereka. Akhirnya, Gerobak KM Yokohama milik tim Doel menempati posisi kedua, dan Gerobak Mushola Al-Ikhlas milik tim Salman meraih juara tiga.
Pemenang Lomba Gerobak Memori adalah Gerobak Jembatan Merah milik tim Topas, pak RT setempat. Pada saat mempresentasikan gerobaknya, Topas menceritakan kenangan akan jembatan yang menghubungkan Kampung Akuarium dengan Kampung Luar Batang di seberangnya. “Ada juga yang menemukan jodohnya juga di jembatan ini. Ikut menyambungkan jodoh dari Luar Batang dan Akuarium,” cerita Topas.

Topas mempresentasikan gerobak Jembatan Merah ©Jun Kitazawa

Selain Lomba Gerobak Memori, warga Kampung Akuarium juga mengadakan perlombaan umum seperti makan kerupuk, balap karung, dan banyak lagi. Teman-teman mahasiswa BSI turut membantu warga dalam pelaksanaannya.“Saya senang sekali lomba gerobak memori ini akhirnya berjalan lancar dan sukses, meski saya sempat bingung karena warga yang tahun lalu bantu saya sekarang punya kesibukan,” ucap Jun.

 

 

Ari Muhrijal
Lahir dan besar di Kampung Akuarium. Meski telah tergusur, ia sangat berharap kampung mereka dapat berdiri kembali. Saat ini, selain aktif bekerja, ia juga aktif membantu perjuangan para warga, salah satunya dengan menjadi reporter muda kampung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *