Singkong Rebus di Kastil Tua Batavia

Categories Kabar

Minggu pagi yang cerah dengan suara burung dan deruan pohon diterpa angin membuat bapak-bapak semakin semangat bekerja bakti menata kampung pinggir anak kali Ciliwung. Mereka membersihkan tembok kastil yang tahun depan genap berusia 400 tahun.

Kerja bakti ini adalah hasil dari rapat pada pekan lalu antara warga kampung Tongkol yang terletak di kawasan kastil zaman kolonial dengan beberapa mahasiswa Universitas Indonesia. Mereka sepakat membuat program kerja bakti di Kampung Krapu, Kampung Lodan, dan Kampung Tongkol yang tergabung dalam Komunitas Anak Kali Ciliwung (KAKC), Jakarta Utara.

©Siti Maymunah

Tongkol akan merawat tembok Batavia, sementara Krapu akan membangun taman, dan Lodan akan merapikan teras depan rumah. Warga tiga kampung itu akan bersama-sama menyelesaikan tiga program tersebut dengan bekerja bakti, dimulai dari Tongkol yang pada hari ini mulai membersihkan tembok tua bersejarah di belakang kampung.

Di Tongkol pada 07.30 pagi ini, para bapak dan pemuda dari KAKC mulai membagi tugas. Ada yang memotong pohon, meratakan tanah, menyapu dan membuang bekas potongan pohon di sekitar tembok. Sementara itu ibu-ibu bertugas menyediakan makanan dan minuman. Saat memotong pohon yang menempel di dinding tua, warga menemukan pohon petai china yang buahnya bisa diolah menjadi masakan. Selain itu di belakang rumah bu Erna, salah satu warga Tongkol, ada kebun singkong yang akarnya dipanen untuk cemilan para relawan kerja bakti.

Kerja bakti selesai pada pukul 12.00, saat adzan dzuhur berkumandang. Warga KAKC lalu saling mengobrol dan bercanda ditemani kopi hitam panas, es sirup jeruk, gorengan dan rebus singkong dari hasil panen. Sungguh nikmatnya.

Siti Maymunah
Lahir dan besar di Kampung Tongkol. Saat ini, selain aktif bekerja, ia juga aktif membantu perjuangan para warga, salah satunya dengan menjadi reporter muda kampung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *