Pelatihan Fasilitasi Pertemuan

Categories Kabar

CAP (Community Action Plan) atau Rencana Aksi Masyarakat adalah program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam perkembangan kontrak politik yang di tandatangani pada April 2017. Penandatanganan kontrak dilakukan di Kampung Muka, Ancol, Jakarta Utara.
Program CAP ini sudah masuk kedalam RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) DKI Jakarta 2018. Adapun beberapa hal yg dilakukan untuk menunjang CAP juga dilakukan Pemerintah DKI Jakarta untuk membantu transparansi program tersebut.
Karena itu untuk pihak yg melakukan pengerjaan konsultan CAP yang dipilih melalui lelang dan rencananya akan dimulai pada Maret mendatang.

Foto: Tubagus Rachmat

Dalam pekerjaannya, CAP membutuhkan tim kerja dan koordinator di wilayah kerja masing-masing. Dan sebelum mengadakan pertemuan besar untuk membahas kerja, para anggota tim beserta koordinator wilayah (korwil) harus mampu memimpin atau memfasilitasi pertemuan tersebut.
Untuk itu JRMK (Jaringan Rakyat Miskin Kota) beserta dengan UPC (Urban Poor Consortium) mengadakan pelatihan fasilitator korwil, dibantu dengan Rujak (Ruang Jakarta) dan tim kajian hukum pertanahan.
Pelatihan fasilitator ini berlangsung dari 5 hingga 7 Januari 2018 di tempat UPC yang berada desa Jabon Mekar, Parung – Bogor. Pelatihan fasilitator ini bertujuan untuk dapat memfasilitasi para koordinator agar memahami pengertian CAP dan teknis memfasilitasi pertemuan warga dalam penyusunan CAP secara bersama.

Foto: Tubagus Rachmat

Dahulu pemerintah yang memutuskan dalam segala hal yang akan dilakukan dalam pembangunan, sampai pada akhirnya banyak dampak penggusuran paksa tanpa ada negoisasi yang baik terhadap warga. Sekarang warga harus aktif ikut berkontribusi dalam pembangunan dan perencanaan kampung mereka.
Pelatihan selesai minggu jam 12 siang, yang kemudian panitia memberi waktu ke para ibu-ibu memetik sayur kangkung dan bayam merah di kebun ibu Titin. Petikan sayur yang akan mereka jadikan oleh-oleh. Untuk per 3 ikat sayurnya dibanderol dengan harga Rp 5.000,-. Mekanisme ini membuat para petani bisa mendapat manfaat langsung dari pembeli.

Siti Maymunah
Lahir dan besar di Kampung Tongkol. Saat ini, selain aktif bekerja, ia juga aktif membantu perjuangan para warga, salah satunya dengan menjadi reporter muda kampung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *