Program Peluncuran CAP 2018

Categories Kabar

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pada Minggu (14/1) meresmikan program rencana tindak komunitas di lapangan futsal Waduk Pluit, Jakarta Utara, untuk mendorong warga secara mandiri merencanakan dan melaksanakan upaya peningkatan kualitas permukiman.
“Keindahan kota tak akan mampu menyembunyikan kemiskinan warga, namun warga yang berdaya akan membangun dan membuat kota lebih indah,” ujar Anies dalam sambutannya.
Program rencana tindak komunitas (community action plan—CAP) merupakan bagian dari kontrak politik pada masa kampanye pemilihan gubernur, antara Anies dengan 15 kampung, perkumpulan pedagang kaki lima, dan serikat becak Jakarta.
Melalui CAP, warga bisa mengusulkan sendiri program perbaikan kampung atau kebijakan kota yang menyangkut nasib mereka, dengan pendampingan dari sejumlah lembaga sipil dan institusi pendidikan tinggi. Usulan itu kemudian dibahas dengan pemerintah untuk kemudian diwujudkan secara kolaboratif.

Foto: Tubagus Rachmat

Salah satu di antara usulan CAP yang tengah dibahas adalah pengoperasian kembali becak—yang kini disebut sebagai angkutan lingkungan (angling)—di sejumlah rute jalanan Jakarta. Anies mengatakan bahwa angling adalah jawaban atas kebutuhan warga terhadap transportasi yang harus segera difasilitasi.
“Becak tidak akan ada jika tidak dibutuhkan,” kata dia.
Anies mencontohkan sebagian besar ibu-ibu yang belanja di pasar lalu kebingungan saat pulang karena membawa barang terlalu banyak, yang tidak mungkin masuk ke dalam mobil angkutan kota biasa. Angling menjawab kebutuhan tersebut.
Selain angling, salah satu program lain dalam CAP adalah pembangunan kembali pemukiman yang telah digusur, seperti Kampung Akuarium dan Kampung Kunir. Saat ini sebagian warga Akuarium, yang bertahan di atas puing gusuran selama hampir dua tahun, sudah merasakan keberhasilan kontrak politik mereka dengan dimulainya pembangunan permukiman sementara.

Foto: Tubagus Rachmat

CAP juga akan menampung usulan program lain dari masing-masing kampung yang didampingi oleh seorang koordinator wilayah. Pada Minggu sore di bawah guyuran hujan itu, Anies melantik langsung para koordinator.
Sementara itu lembaga sipil Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK)—yang mewakili warga saat bernegosiasi dengan Anies pada masa kampanye—menyambut baik peluncuran CAP karena dinilai sebagai langkah maju bagi pemenuhan hak warga, sekaligus pemenuhan kontrak politik.
JRMK juga membacakan sejumlah keberhasilan lain dari kontrak politik mereka. Di antaranya pembentukan kembali satuan Rukun Tetangga (RT) di Kampung Muara Angke, Kampung Akuarium, dan Kampung Rawa Barat.
Pembentukan RT merupakan hal yang sangat dibutuhkan karena memungkinkan warga untuk mengajukan permohonan kartu keluarga, mengakses layanan kesehatan pemerintah BPJS, dan berbagai jaminan sosial negara lain yang selama ini tidak mereka dapatkan.
Acara pada Minggu berjalan cukup meriah meski diakhiri dengan guyuran hujan. Dibuka dengan penampilan seni perkusi dari Kampung Muka dan orasi perwakilan warga, seperti Salih dari Kampung Kerang ijo, dan Rasdullah dari serikat becak. Ratusan warga yang memadati lapangan futsal juga mendapatkan hiburan nyanyian Mars Jerami yang dibawakan oleh paduan suara anak-anak Kampung Akuarium.
Acara ini diselenggarakan oleh JRMK dibantu oleh para aktivis Urban Poor Consortium, lembaga riset tata kota Ruang Jakarta (RUJAK), perkumpulan arsitek Architecture Sans Frontieres, dan akademisi Universitas Indonesia.

Foto: Tubagus Rachmat
Rohman Muslim
Lahir dan besar di Kampung Akuarium. Meski telah tergusur, ia sangat berharap kampung mereka dapat berdiri kembali dan saat ini bertanggung jawab dengan pengelolaan air di kampung. Saat ini, ia juga aktif membantu perjuangan para warga, salah satunya dengan menjadi reporter muda kampung.

2 thoughts on “Program Peluncuran CAP 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *