Kisah dari Tambora

Categories Kabar

Jakarta, kota yang paling menjanjikan di Indonesia, juga kota dengan banyak masalah kompleks. Jutaan orang datang ke kota ini untuk mengejar impian mereka. Di kota besar dan bermasalah ini, ada satu bagian kecil di Jakarta yang sebagian besar penduduknya hidup dari generasi ke generasi: Tambora, daerah terpadat di Asia Tenggara.

Memliki jumlah populasi yang setara dengan French Polynesia, sebuah negara kepulauan di Pasifik, Kampung Tambora juga membawa segudang masalah. Kebakaran rumah sering terjadi, banjir, dan produksi limbah yang tak terkendali. Selain itu mereka tinggal di hunian yang berjarak hanya satu langkah dengan pintu depan tetangga, sehingga untuk memiliki privasi di rumah adalah hal yang sulit. Terutama bila beberapa keluarga harus berbagi sebuah rumah.

Hal yang menarik dengan menjadi penduduk Tambora, adalah sulit bagi kita untuk pindah dari sini. Mungkin karena sifat kekerabatan, perasaan “pulang” ke rumah, atau rasa aman saat kita tahu bahwa kita dikelilingi oleh orang-orang yang tumbuh bersama. Kampung Tambora dan kampung kota lainnya memungkinkan untuk warganya saling terkoneksi satu sama lain, berbagi dalam keseharian. Hal yang sulit dijumpai bila kita tinggal di apartemen atau komplek perumahan.

The magic thing about home is that it feels good to leave, and it feels even better to come back.” – Wendy Wunder

Penulis dan fotografer:
Reza F. Nurzaman – Fotografer dan warga Kampung Tambora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *