Pelatihan Rapper Kampung

Categories Featured, Kabar

Menindaklanjuti kontrak politik antara 16 kampung, serikat becak dan pedagang kaki lima dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, maka setiap kampung diwajibkan menyusun CAP (Community Action Plan) alias rencana aksi komunitas. Rencana ini dianggarkan ke dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau RAPBD 2018.

Pelaksanaan rencana aksi ini mensyaratkan keterlibatan aktif warga. Diantaranya, mencakup tahapan mendatangi orang per orang (Rap), musyawarah, membentuk tim kerja, pengumpulan data, membuat konsep dan pelaksanaan.

Sebagai tahap awal yang mengharuskan mendatangi orang per orang (Rap), maka Jaringan Rakyat Miskin Kota yang didampingi oleh Urban Poor Consortium alias Konsorsium Masyarakat Miskin Urban mengadakan pelatihan Rap pada 25-26 November 2017 di Parung, Bogor.

©Tubagus Rachmat

Rap itu bukan singkatan, tapi rap diambil dari aliran musik. Musik rap itu mempunyai ciri khas yaitu berulang-ulang dan sangat cepat. Tujuan mengambil filosofi rap, agar sistem ini mampu melatih warga mengutarakan pendapat dan terlibat aktif dalam sejumlah kegiatan.

Caranya, dengan mendatangi satu persatu warga. Di rumahnya, dia akan lebih leluasa mengutarakan keinginan dan pendapatnya.

Karena jika dipertemukan pada suatu forum seperti rapat banyak faktor yang mendorong warga malah tidak bebas mengutarakan pendapatnya. Tidak seperti jika kita mendatangi orang tersebut ke rumahnya.

Pelatihan rap diikuti dua orang perwakilan dari setiap kampung. Setelah semua teori dan latihan diberikan, ada praktek lapangan yang mengharuskan semua peserta me-rap warga sekitar tempat pelatihan.

Setiap kelompok terdiri dari minimal empat orang. Dua orang masing-masing dari satu kampung atau komunitas. Selain dilatih menjadi rapper, tim dari RUJAK Center for Urban Studies juga memberikan presentasi tentang peta Rencana Detail Tata Ruang masing-masing kampung. Haykal dan Handika, pengacara yang membantu 16 kampung yang terikat kontrak politik, memberi presentasi kajian pertanahan dan Andesh Tomo, arsitek, juga memberikan presentasi pentingnya perencanaan bersama.

Agar tidak jenuh dan mengantuk pada saat pelatihan, ada berbagai permainan yang dilakukan seperti sekoci, satpol pp dan tebak nama.

©Tubagus Rachmat
Siti Maymunah
Lahir dan besar di Kampung Tongkol. Saat ini, selain aktif bekerja, ia juga aktif membantu perjuangan para warga, salah satunya dengan menjadi reporter muda kampung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *