Oleh Siti Maymunah Tiga kampung di pinggir sungai kawasan Jakarta Utara, yang tergabung dalam Komunitas Anak Kali Ciliwung (KAKC), akan menggelar perayaan Hari Ciliwung yang ke-enam bertema “Jogo Kali” pada 11 November mendatang dengan mengundang gubernur terpilih Anies Baswedan. Jogo Kali mempunyai arti bahwa warga yang tinggal di sekitaran bantaran kali adalah para penjaga kali yang sigap menjaga kelestarian, kebersihan karena kali adalah kesatuan ruang hidup bagi manusia dan alam. Masyarakat secara swakarsa menata kampung pinggir sungai menjadi “river defender”, kampung yang menjaga kelestarian sungai…Continue Reading “Warga Kampung “Penjaga Kali” Akan Rayakan Hari Ciliwung”

Oleh: Rohadi Peringatan Hari Habitat Internasional tahun ini di selenggarakan oleh Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) dan Urban Poor Consortium (UPC) di atas puing penggusuran Kampung Akuarium Jakarta Utara, bekerjasama dengan ASF Indonesia, Rujak Center for Urban Studies, Tim Kampung Kota Merekam, LabTanya, Departemen Arsitektur Universitas Indonesia, dan Ikatan Mahasiswa Arsitektur Indonesia dengan Tema Penataan Kampung : Pemenuhan Hak Atas Perumahan Layak dan Terjangkau. Acara dimulai dengan membaca doa bersama yang dipimpin oleh Amir Hamzah, perwakilan warga Kampung Rawa Jakarta Barat. Mengutip kalimat beliau, “Kami…Continue Reading “Peringatan Hari Habitat dan Peluncuran Buku Kampung Kota Merekam”

Oleh: Ari Muhrijal Pada hari Sabtu, 7 oktober 2017, warga Kampung Akuarium bersama Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) mengadakan acara “Penataan Kampung: Pemenuhan Hak Atas Perumahan Layak dan Terjangkau” untuk memperingati Hari Habitat Sedunia. Acara ini dihadiri oleh warga dari 16 kampung yang tergabung dalam JRMK, jurnalis, mahasiswa arsitektur dan Sandiaga Uno (Wakil Gubernur Jakarta terpilih). Ada lima kegiatan utama selama acara berlangsung. Pameran profil kampung dan pedagang kaki lima, peluncuran tulisan Kampung Kota Merekam, penyerahan buku profil 16 kampung dan 3 pedagang kaki lima…Continue Reading “Perayaan Hari Habitat Sedunia di Kampung Akuarium”

Andi Amir baru saja menikmati kantuk yang menyergap pada bakda subuh minggu pertama bulan Ramadan tahun itu, ketika ia tersentak oleh koor teriakan dari seberang kali. “Api-api, kebakaran-kebakaran.” Di perkampungan seperti Kerapu, tempat tinggalnya, juga seperti di Lodan, kampung tempat koor teriakan berasal, kebakaran adalah peristiwa yang bisa sewaktu-waktu berubah menjadi tragedi kolosal. Sehingga, tidak ada alasan bagi Andi untuk melanjutkan tidurnya bahkan ketika pagi itu ia mengira kebakaran itu sedang terjadi di kampung tetangganya. Tapi Andi keliru, karena ternyata api justru berkobar-kobar melalap rumah…Continue Reading “Perkara Hidup dan Mati di Kampung Kerapu”

Senyum di wajah Rakha dan Dimas merekah saat kedua remaja itu menceritakan karya mereka yang bernama Rumah Langit. Sebuah instalasi berwujud sepetak ruang terbuka beratap ijuk yang ditopang kaki bambu tinggi bercat merah putih. Saat ditanya kenapa mereka membuat rumah setinggi itu, spontan mereka menjawab, “Supaya bisa ngawasin satpol PP dari jauh.” Kepolosan khas remaja itu kontan memancing tawa banyak orang yang hadir. Begitulah secuplik kegembiraan warga korban penggusuran Kampung Akuarium di sebuah sore, pertengahan Agustus lalu. Banyak warga berkumpul memadati tanah lapang di bekas…Continue Reading “Menyalakan Harapan di Kampung Akuarium”