Andi Amir baru saja menikmati kantuk yang menyergap pada bakda subuh minggu pertama bulan Ramadan tahun itu, ketika ia tersentak oleh koor teriakan dari seberang kali. “Api-api, kebakaran-kebakaran.” Di perkampungan seperti Kerapu, tempat tinggalnya, juga seperti di Lodan, kampung tempat koor teriakan berasal, kebakaran adalah peristiwa yang bisa sewaktu-waktu berubah menjadi tragedi kolosal. Sehingga, tidak ada alasan bagi Andi untuk melanjutkan tidurnya bahkan ketika pagi itu ia mengira kebakaran itu sedang terjadi di kampung tetangganya. Tapi Andi keliru, karena ternyata api justru berkobar-kobar melalap rumah…Continue Reading “Perkara Hidup dan Mati di Kampung Kerapu”

Senyum di wajah Rakha dan Dimas merekah saat kedua remaja itu menceritakan karya mereka yang bernama Rumah Langit. Sebuah instalasi berwujud sepetak ruang terbuka beratap ijuk yang ditopang kaki bambu tinggi bercat merah putih. Saat ditanya kenapa mereka membuat rumah setinggi itu, spontan mereka menjawab, “Supaya bisa ngawasin satpol PP dari jauh.” Kepolosan khas remaja itu kontan memancing tawa banyak orang yang hadir. Begitulah secuplik kegembiraan warga korban penggusuran Kampung Akuarium di sebuah sore, pertengahan Agustus lalu. Banyak warga berkumpul memadati tanah lapang di bekas…Continue Reading “Menyalakan Harapan di Kampung Akuarium”

Babah Aik kaget saat mandor kepercayaannya, bin Jamin, tiba-tiba menggebrak meja kantor dengan mata melotot sambil membawa golok. “Kalau babah tak mau ngasih itu tanah, saya bakar gudang ini,” kata bin Jamin. Tanah yang dimaksud bin Jamin adalah sebujur lahan panjang selebar dua meter yang kelak akan menjadi gang penghubung Kampung Lodan dengan jalan besar dengan nama yang sama di Jakarta Utara. Pada tahun 1970-an itu, bengkel kayu ukir milik babah Aik memang tengah kejang-kejang karena tak lagi mendapat pesanan besar untuk mengisi perabotan istana…Continue Reading “Bin Jamin dan Para Jawara Kampung Lodan”

Jika kita mengikuti rute yang ditunjukkan Google Map untuk menuju Kampung Tongkol, kita harus masuk dari Jl. Pakin lalu memutar sambil menyisir pinggiran Ciliwung dari Kampung Kerapu. Beberapa bagian jalan pinggiran anak kali Ciliwung itu tak mulus, masih ada bekas pondasi rumah yang dibongkar oleh warga sendiri pada 2015 lalu. Warga Kampung Tongkol dan kampung-kampung di pinggir Ciliwung seperti Kerapu dan Lodan memang tengah menghadapi ancaman penggusuran lantaran posisinya di pingir kali dianggap menyalahi aturan. Warga kemudian bersiasat dengan memotong rumah selebar lima meter dari…Continue Reading “Gudang Tua yang Menyimpan Sejarah Kampung Tongkol”

Mei 1998 Di daerah Glodok sampai Kota Tua jalanan penuh oleh iring-iringan manusia kalap. Api di mana-mana. Warga Kampung Kunir di belakang ruko Pinangsia berjaga-jaga di tiga titik, jangan sampai amuk massa itu menyentuh wilayah mereka. Tokoh-tokoh penting Kampung Kunir—almarhum pak Buyung Hendra, almarhum pak Imam Suyono, pak Samiran, dan pak Suhadi—bersama warga melindungi wilayah mereka dan kawasan ruko di Pinangsia, yang terletak di belakang kampung dan kebetulan banyak ditinggali warga Tionghoa. Sembilan belas tahun kemudian, pada bulan Agustus 2017, Suhadi dan Marsa masih ingat…Continue Reading “Kampung Hijau Penjaga Kota Bertahan di Reruntuhan”